318 Warga Kepatihan Terima BLTS, Babinsa Kelurahan Kepatihan Serka Rachmat Hidayat Pastikan Penyaluran Aman dan Tertib

Banyuwangi – Sebanyak 318 warga Kelurahan Kepatihan menerima Bap Langsung Tunai Sementara (BLTS) yang disalurkan oleh PT Pos Indonesia Cabang Banyuwangi, Sabtu (22/11/2025). Penyaluran berlangsung di Aula Kelurahan Kepatihan, Jalan Ikan Cakalang, Kecamatan Banyuwangi. Kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB dan berakhir pada 09.30 WIB. Warga terlihat mulai berdatangan sejak pagi dan antre secara tertib untuk melakukan verifikasi data sebelum menerima bantuan. Kegiatan ini dihadiri oleh Lurah Kepatihan Iwan Hadi Wibowo, Babinsa Kelurahan Kepatihan Serka Rachmat Hidayat, empat petugas dari PT Pos Indonesia, serta staf kelurahan yang membantu jalannya penyaluran. Serka Rachmat Hidayat, yang turut mengawal kegiatan, menegaskan bahwa pengamanan dilakukan untuk memastikan bantuan tersalurkan dengan baik tanpa ada kericuhan. “Kami dari Babinsa memastikan kegiatan ini berlangsung aman, tertib, dan tidak ada kendala. Warga juga sangat kooperatif, antre dengan rapi, dan mengikuti arahan petugas,” ujar Serka Rachmat Hidayat saat ditemui di lokasi. Ia juga menyampaikan apresiasi atas koordinasi antara pihak kelurahan dan PT Pos sehingga proses penyaluran berjalan cepat. “Sinergi antara kelurahan, petugas Pos, dan unsur keamanan sangat baik. Dengan sistem pemanggilan nama, penyaluran berjalan lebih efisien dan tidak menimbulkan kerumunan,” tambahnya. Sementara itu, Lurah Kepatihan Iwan Hadi Wibowo mengatakan bahwa BLTS ini diharapkan dapat meringankan beban warga. Ia memastikan penerima bantuan adalah warga yang telah terverifikasi dan sesuai kriteria. Hingga kegiatan berakhir, situasi di lokasi tetap aman, tertib, dan kondusif. Seluruh warga penerima BLTS berhasil dilayani tanpa hambatan berarti.
745 Pelajar TK dan KB Banjiri Kalibaru dalam Lomba Mewarnai “Pelangi Karya Untuk Guruku” Sambut Hari Guru Nasional

Banyuwangi, Kalibaru – Ratusan wajah ceria anak-anak Taman Kanak-Kanak (TK) dan Kelompok Bermain (KB) se-Kecamatan Kalibaru memadati Kantor Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Miftahun Najah pada hari Sabtu, 22 November 2025. Sebanyak 745 peserta, terdiri dari 700 pelajar TK dan 45 pelajar KB, berkompetisi dalam lomba mewarnai bertajuk “Pelangi Karya Untuk Guruku.” Acara ini diselenggarakan oleh Sekolah Alam Miftahun Najah dalam rangka menyambut dan memeriahkan Hari Guru Nasional Tahun 2025. Antusiasme peserta terlihat jelas sejak pukul 07.00 WIB, mengubah lokasi di Dusun Margo Makmur, Desa Kalibaru Kulon, menjadi lautan warna dan kreativitas. Keberhasilan dan kelancaran kegiatan ini didukung penuh oleh personel pengamanan gabungan. Babinsa Desa Kalibaru Kulon, Serka Ahmad Fausi, bersama Bhabinkamtibmas, Brigpol Wahyu Aris Indiarto, dan enam Anggota Linmas Desa Kalibaru Kulon, bersinergi menjaga keamanan dan ketertiban. ”Kami bersyukur, acara berlangsung tertib dan aman. Sinergi antara TNI, Polri, dan Linmas sangat penting, apalagi ini melibatkan banyak anak-anak usia dini,” ujar Serka Ahmad Fausi. Kegiatan ini turut dihadiri oleh tokoh-tokoh penting di Kalibaru. Kepala Desa Kalibaru Kulon, Bapak Imam Syafi’i, hadir memberikan dukungan, bersama dengan Pimpinan PKBM Miftahun Najah, Dr. Rizal Dofir, S.S., M. Pd., serta para Kepala Sekolah dan Guru TK/KB se-Kecamatan Kalibaru. Acara dibuka secara khidmat dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Panitia dan Pimpinan PKBM Miftahun Najah. Setelah pembacaan doa, ratusan kuas dan pensil warna bergerak serempak, menuangkan imajinasi anak-anak sebagai wujud kasih sayang mereka kepada guru. ”Kegiatan ini bukan hanya ajang lomba, tapi juga sarana edukasi dan menanamkan nilai-nilai kreativitas sejak dini, sekaligus momen apresiasi untuk para guru,” jelas Dr. Rizal Dofir. Lomba mewarnai “Pelangi Karya Untuk Guruku” ini menjadi bukti nyata bahwa semangat menyambut Hari Guru Nasional 2025 di Kecamatan Kalibaru begitu meriah dan penuh warna.
Babinsa Karangrejo Ajak Warga Gotong Royong Bersihkan Saluran Air Tersumbat Akibat Hujan Deras

Banyuwangi, Karangrejo – Babinsa Desa Karangrejo, Serda Herman Krismiardika melaksanakan kegiatan kerja bakti bersama masyarakat dalam rangka pembersihan saluran air yang tersumbat akibat hujan deras di Dusun Rejosari, Desa Karangrejo, Kecamatan Blimbingsari. Sabtu (22/11/2025). kegiatan Karya Bhakti berupa pembersihan saluran air dan lingkungan sekitar yang tersumbat akibat hujan deras beberapa hari terakhir. Kegiatan ini bertujuan untuk mengantisipasi genangan air, menjaga kebersihan lingkungan, serta mencegah potensi banjir di wilayah setempat. Kegiatan Karya Bhakti ini melibatkan unsur pemerintah desa, Babinsa, perangkat dusun, linmas, dan masyarakat yang bekerja bersama-sama membersihkan saluran air, mengangkat endapan lumpur, serta merapikan area sekitar jalur aliran air. Sinergi antara Babinsa, pemerintah desa, dan masyarakat ini menunjukkan komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan aman. Melalui kegiatan gotong royong seperti ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dapat semakin meningkat. Serda Herman berharap dengan kegiatan kerja bakti ini lingkungan tetap bersih, sehat, dan terhindar dari potensi banjir, serta mempererat hubungan antara Babinsa dan masyarakat dalam menjaga keamanan serta kenyamanan desa.
Malam Kebangsaan yang Menyatukan Banyuwangi: Panggung Budaya, Kreativitas Pemuda, dan Spirit Indonesia Maju

Banyuwangi – Festival Kebangsaan 2025 Kabupaten Banyuwangi kembali menjadi ruang perayaan keberagaman yang penuh semangat kebangsaan. Acara yang berlangsung pada Sabtu malam, 22 November 2025, di Gesibu Blambangan itu mengusung tema “Bangga Berbeda, Bersatu Berkarya Dengan Kreativitas dan Budaya Menuju Indonesia Maju.” Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kakesbangpol Banyuwangi, Drs. R. Agus Mulyono, M.Si., ini menghadirkan perpaduan budaya, kreativitas pemuda, serta pesan persatuan yang menggema ribuan pasang mata. Sejumlah tokoh penting hadir, termasuk Wakil Bupati Banyuwangi Ir. Mujiono, M.Si., Kasat Pamobvit Polresta Banyuwangi Kompol Agustinus Roby Hartanto, dan Kapten Czi Sahar Susanto yang hadir mewakili Dandim 0825 Banyuwangi. Kehadiran para pejabat, seniman, tokoh adat, pelajar, hingga purnawirawan TNI–Polri—sekira 250 peserta—menegaskan bahwa Festival Kebangsaan bukan sekadar hiburan, tetapi momentum memperkuat harmoni antaretnis di Bumi Blambangan. Rangkaian acara dibuka dengan pertunjukan band lokal seperti D’Elaeis, Spensaband, Spensa Glory, dan Aletheiart, disusul penampilan etnis Tionghoa, shalawat, serta opening dance Tanduk Majeng khas Madura. Panitia menonjolkan Trilogi Aktivitas Pemuda—Lomba Band Kebangsaan, Lomba Video Kebangsaan, dan Kolaborasi Tari Nusantara—yang menjadi ikon acara tahun ini. Dalam sambutannya, Wakil Bupati Banyuwangi menyampaikan apresiasi mendalam atas partisipasi masyarakat serta menegaskan bahwa kegiatan tahunan ini merupakan “benteng harmoni” yang menjaga Banyuwangi tetap rukun dan kondusif. Puncak malam ditutup dengan pengumuman pemenang lomba, pertunjukan drama tari Nusantara, dan kolaborasi berbagai suku seperti Mandar, Jawa, dan Madura. Festival Kebangsaan 2025 berlangsung aman, tertib, dan penuh kegembiraan. Semangat persatuan yang dipancarkan dari panggung Gesibu Blambangan menjadi cermin bahwa Banyuwangi adalah rumah bagi keberagaman yang hidup, bergerak, dan berkarya bersama menuju Indonesia Maju.
Respons Cepat! Kodim 0825 Banyuwangi Pimpin Karya Bakti Massal Bersihkan Longsor di Gunung Gamping

Banyuwangi, Pesanggaran – Tanah longsor yang terjadi di Bukit Gunung Gamping, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, pada Sabtu (22/11/2025) akibat curah hujan tinggi mendapat respons cepat dari Kodim 0825 Banyuwangi. Pada Minggu pagi (23/11/2025), Koramil 0825/11 Pesanggaran langsung menggelar karya bakti massal bersama aparat gabungan dan ratusan warga untuk membersihkan material longsor yang menutup jalur dan mengancam keselamatan masyarakat sekitar. Kegiatan pembersihan ini dipimpin langsung oleh Danramil Pesanggaran Kapten Arm Edy Tri Santoso, yang terjun bersama delapan anggotanya. Upaya tersebut melibatkan banyak unsur, di antaranya Kepala BNPB Banyuwangi Danang beserta tim, Dinas PU Banyuwangi yang menurunkan alat berat excavator, Destana Desa Sumberagung, Camat Pesanggaran Andik, Kapolsek Pesanggaran yang diwakili Iptu Darmo beserta enam personel, serta Danposal Pancer Letda Suripto dan tiga anggota. Tak kurang dari 250 warga Sumberagung juga turut serta dalam kegiatan gotong royong tersebut. Kapten Arm Edy Tri Santoso mengatakan bahwa keterlibatan berbagai unsur dalam penanganan longsor ini menunjukkan kuatnya sinergi di wilayah Pesanggaran. “Sejak pagi kami langsung bergerak bersama warga dan instansi terkait. Prioritas kami adalah membuka akses yang tertutup material longsor dan memastikan keamanan masyarakat. Situasi ini membutuhkan kerja cepat dan gotong royong. Alhamdulillah semua pihak bergerak bersama,” ujar Kapten Edy. Ia juga menegaskan bahwa kondisi lereng masih labil sehingga personel di lapangan diminta tetap berhati-hati. “Kami mengimbau masyarakat tetap waspada, karena cuaca masih tidak menentu dan potensi longsor susulan tetap ada. Kodim 0825 akan terus bersiaga membantu sampai situasi benar-benar aman,” tambahnya. Aksi pembersihan yang dilakukan sejak pagi tersebut melibatkan kerja manual dan alat berat untuk mempercepat penanganan. Material tanah dan batu yang menutup akses jalan secara bertahap berhasil disingkirkan. Tim gabungan terus berkoordinasi untuk memastikan jalur yang terdampak dapat digunakan kembali tanpa membahayakan pengguna. kegiatan karya bakti yang masih terus berlangsung dan dipantau langsung oleh unsur Forkopimcam. Kodim 0825 Banyuwangi mengapresiasi kekompakan seluruh pihak serta menegaskan komitmennya untuk selalu hadir membantu masyarakat di situasi darurat kebencanaan.
Kodim 0825 Apresiasi Antusias Ribuan Jamaah dalam Acara Sumbersewu Bersholawat Bersama Gus Iqdam

Banyuwangi, Muncar – Kodim 0825 Banyuwangi menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan Pengajian Akbar dan Sumbersewu Bersholawat yang digelar di Dusun Palurejo, Desa Sumbersewu, Kecamatan Muncar, pada Sabtu (22/11/2025). Acara yang berlangsung meriah dan penuh kekhidmatan itu dihadiri lebih dari 10.000 jamaah dari berbagai wilayah. Kodim 0825 menunjuk Mayor Kav Suprapto untuk hadir langsung mewakili Dandim 0825 Banyuwangi sebagai wujud dukungan terhadap kegiatan religius yang digelar masyarakat. Area persawahan seluas sekitar delapan hektare tersebut berubah menjadi lautan manusia ketika jamaah mulai memadati lokasi sejak sore hari. Pengajian besar ini menghadirkan ulama karismatik H. Muhammad Iqdam Kholid, Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Hikam Blitar, yang menjadi magnet utama ribuan jamaah. Sejumlah tokoh penting pun hadir, di antaranya Bupati Banyuwangi Hj. Ipuk Fiestiandani, Wakapolresta Banyuwangi AKBP Teguh Priyo Wasono S.I.K, AKP Mujiono, Lettu Laut (P) Marjun Susanto, anggota DPRD Banyuwangi Hj. Desy Prakasiwi, Camat Muncar Trisetya Supriyanto, serta jajaran SKPD dan tokoh agama setempat. Mayor Kav Suprapto dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa Kodim 0825 Banyuwangi sangat mendukung kegiatan positif yang memperkuat nilai keagamaan dan kebersamaan masyarakat. Ia mengapresiasi panitia dan seluruh pihak yang terlibat dalam menjaga ketertiban acara berskala besar tersebut. Menurutnya, kegiatan bersholawat tidak hanya memperkuat keimanan, tetapi juga mempererat persaudaraan antarmasyarakat. Kehadiran ribuan warga dari berbagai daerah menjadi bukti bahwa kegiatan keagamaan mampu menjadi ruang perekat sosial. Pengamanan acara berlangsung ketat dengan melibatkan lebih dari 400 personel gabungan yang terdiri dari anggota Koramil 0825/17, Pos AL Muncar, Polresta Banyuwangi, Banser, Pecalang, Linmas, dan ratusan relawan. Apel pengamanan dipimpin oleh Kapolsek Muncar AKP Mujiono yang menekankan perlunya kewaspadaan mengingat acara desa ini mendatangkan tokoh nasional dan pejabat daerah. Seluruh personel menjalankan SOP secara maksimal mulai awal hingga akhir kegiatan. Rangkaian acara dimulai pukul 19.40 WIB, diawali pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, sambutan-sambutan, hadroh Sabilu Taubah, penyalaan kembang api, hingga menyanyikan lagu Indonesia Raya. Bupati Banyuwangi turut memberikan sambutan yang berisi ucapan selamat datang kepada Gus Iqdam dan harapan agar kehadiran beliau membawa keberkahan bagi Banyuwangi. Puncak acara berlangsung pukul 21.30 WIB saat Gus Iqdam menyampaikan tausiah yang disambut antusias oleh seluruh jamaah. Acara resmi berakhir pada pukul 23.30 WIB. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif. Kodim 0825 Banyuwangi mengapresiasi semua pihak yang telah bekerja keras, serta berharap kegiatan keagamaan seperti ini terus menjadi sarana memperkuat ukhuwah dan spirit kebersamaan masyarakat Banyuwangi.
PMII Banyuwangi Gelar Konfercab XXV: Kasdim 0825 Tegaskan Energi Baru untuk Regenerasi Pemimpin Muda

Banyuwangi – Suasana Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Jumat (21/11/2025), berubah dinamis ketika Konferensi Cabang (Konfercab) XXV PC PMII Banyuwangi resmi dibuka. Acara bertema “Menjaga Akar, Merawat Gerak, dan Membangun Kepemimpinan Berkelanjutan” itu dihadiri Kasdim 0825/Banyuwangi Mayor Kav Suprapto serta Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani. Forum tahunan ini menjadi momentum penting dalam menentukan arah gerakan kader muda Nahdliyin di Banyuwangi. Bupati Ipuk Fiestiandani dalam sambutannya menegaskan bahwa PMII telah lama menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam memperkuat SDM muda yang berwawasan kritis dan berkarakter. Ia menilai Konfercab XXV bukan sekadar agenda organisasi, tetapi wadah regenerasi yang harus melahirkan pemimpin masa depan yang lebih progresif. “Saya berharap PMII terus menjadi garda terdepan dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan dan merawat iklim dialog yang sehat,” ujar Ipuk. Sementara itu, Kasdim 0825/Banyuwangi Mayor Kav Suprapto menekankan pentingnya sinergi antara pemuda, pemerintah, dan TNI dalam menghadapi berbagai tantangan kebangsaan. Ia menilai kader PMII memiliki peran strategis sebagai agen perubahan di tengah dinamika sosial masyarakat. “Pemimpin muda harus memiliki karakter kuat, wawasan kebangsaan, serta kemampuan adaptif. Kami dari Kodim siap mendukung terciptanya generasi yang tangguh dan siap mengabdi untuk negeri,” jelasnya. Konfercab XXV ini dijadwalkan berlangsung selama satu hari penuh dengan agenda pembukaan, sidang pleno, serta pemilihan ketua baru PC PMII Banyuwangi. Dengan semangat keberlanjutan kepemimpinan yang digaungkan, PMII Banyuwangi diharapkan mampu melahirkan figur muda yang siap melanjutkan gerak organisasi sekaligus memperkuat kontribusi nyata bagi masyarakat.
Cegah Sejak Dini, Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXXIX Kodim 0825/Banyuwangi Jalani Pemeriksaan HPV DNA di Puskesmas Kertosari

Banyuwangi – Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXXIX Kodim 0825/Banyuwangi melaksanakan pemeriksaan kesehatan dan deteksi dini HPV DNA di Puskesmas Kertosari, Banyuwangi, Jumat (21/11/2025). Kegiatan ini digelar sebagai langkah preventif untuk menjaga kesehatan para anggota Persit sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya pencegahan kanker serviks sejak dini. Pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari program kesehatan rutin yang diinisiasi oleh organisasi Persit di wilayah Banyuwangi. Jumat (21-11-2025) Ketua Persit Cabang XXXIX, Ny. Dian Rahmawati Tryadi Indra Wijaya, menyampaikan bahwa deteksi dini merupakan langkah yang tidak bisa ditunda karena kesehatan perempuan berperan besar dalam ketahanan keluarga. Ia menegaskan bahwa pemeriksaan HPV DNA lebih akurat dalam mendeteksi risiko kanker serviks, sehingga para anggota diharapkan mengikuti kegiatan ini dengan penuh kesadaran. “Kami ingin seluruh anggota Persit memahami bahwa pencegahan lebih baik daripada pengobatan,” ujarnya. Kegiatan pemeriksaan ini melibatkan tenaga kesehatan profesional dari Puskesmas Kertosari yang memberikan layanan mulai dari penyuluhan, pemeriksaan, hingga konsultasi kesehatan reproduksi. Seluruh peserta mengikuti prosedur secara tertib dan mendapatkan pendampingan langsung dari pengurus Persit. Pemeriksaan ini juga disambut antusias oleh para anggota karena memberikan kesempatan untuk mengetahui kondisi kesehatan mereka secara menyeluruh. Melalui kegiatan ini, Persit Kodim 0825/Banyuwangi berharap para anggotanya semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan diri dan keluarga. Selain itu, hasil pemeriksaan akan menjadi dasar bagi tindak lanjut medis apabila ditemukan indikasi tertentu. Program ini sekaligus menjadi bukti komitmen Persit dalam mendukung pemeriksaan kesehatan berkala sebagai upaya membangun keluarga yang kuat, sehat, dan berdaya.
Kolaborasi Tanpa Batas: Dandim 0825 dan Dinsos PPKB Banyuwangi Genjot Quick Win untuk Kesejahteraan Keluarga

Banyuwangi – Dalam rangka memperkuat sinergi lintas sektor, Kodim 0825/Banyuwangi bersama Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (Dinsos PPKB) Kabupaten Banyuwangi resmi menggelar koordinasi strategis untuk mendukung program Quick Win Kementerian Dalam Negeri. Pertemuan yang berlangsung di Banyuwangi ini menghadirkan Dandim 0825/Banyuwangi Letkol Arm Tryadi Indrawijaya, S.H., M.I.P., serta Kepala Dinas Sosial PPKB Kabupaten Banyuwangi, Heni Setyorini, AP, M.Si., guna memastikan percepatan berbagai program sosial dan pemberdayaan keluarga di daerah. Dalam kesempatan tersebut, Letkol Arm Tryadi Indrawijaya menegaskan bahwa TNI siap menjadi mitra kerja aktif dalam mendukung program-program pemerintah, terutama yang menyentuh langsung kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, keberhasilan Quick Win memerlukan kolaborasi nyata antara aparat teritorial dan dinas terkait agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan cepat, tepat, dan terukur. Sementara itu, Kepala Dinsos PPKB Banyuwangi, Heni Setyorini, menekankan pentingnya penguatan peran mitra kerja dalam upaya pemberdayaan perempuan, keluarga, serta perlindungan sosial. Ia menjelaskan bahwa kerja sama dengan Kodim menjadi kunci dalam memperluas jangkauan pelayanan, termasuk sosialisasi dan pendampingan program yang berkaitan dengan ketahanan keluarga. “Kami percaya, sinergi ini akan membawa dampak besar bagi percepatan layanan publik,” ujarnya. Kegiatan tersebut turut dihadiri Ibu Dandim 0825/Banyuwangi, Ny. Dian Rahmawati Tryadi Indrawijaya, yang memberikan dukungan penuh terhadap berbagai program pemberdayaan keluarga. Dengan terbangunnya komitmen bersama antara Dinsos PPKB dan Kodim 0825/Banyuwangi, pemerintah daerah optimistis bahwa implementasi Quick Win Kemendagri dapat memberikan hasil maksimal bagi masyarakat Banyuwangi.
Angkat Potensi Penataban, Banyuwangi Gelar ‘Unting-Unting’ Kangkung

Banyuwangi, Penataban – Kelurahan Penataban, Kecamatan Giri, dikenal dengan sentra penghasil sayur kangkung. Mayoritas warga disini bertani kangkung. Untuk mengenalkan potensi yang ada, warga menggelar lomba ‘unting-unting’ atau mengikat kangkung. Kegiatan yang berlangsung di Lapangan PenatabanRabu (19/11/2025) tersebut diikuti banyak warga. Mulai dari yang masih muda hingga lanjut usia. Warga yang hadir tampak bersemangat menyaksikan kelihaian para peserta dalam mengikat kangkung dengan cepat dan rapi, sambil memberikan sorak dukungan. Lomba unting-unting ini diselenggarakan oleh Asosiasi Lurah Indonesia (Asli) Banyuwangi sebagai bagian dari upaya mendorong kelurahan-kelurahan menggali dan menampilkan potensi khas daerah masing-masing. Habibah (33), salah satu peserta, mengaku baru pertama kali mengikuti lomba tersebut. Meski sempat gugup, ia merasa bangga bisa ikut melestarikan tradisi lokal Penataban. “Menyenangkan. Bukan hanya lomba, tapi cara mengenalkan budaya unting-unting ke masyarakat luar,” ujarnya. Peserta lainnya, Mbah Zaenab (71), gerakannya terlihat sangat cekatan. Maklum saja, dia telah bekerja sebagai buruh unting-unting sejak puluhan tahun lalu. “Saya sudah mengikat kangkung sejak muda, mungkin lebih dari tiga puluh tahun. Senang masih ada yang menghargai pekerjaan ini,” katanya. Lurah Penataban, Komariah menyampaikan, lomba tersebut merupakan bagian dalam mempromosikan identitas Penataban. Dikatakannya, Penataban selama ini dikenal sebagai sentra kangkung dan tradisi unting-unting adalah bagian dari kehidupan masyarakat. “Kami ingin menunjukkan bahwa Penataban punya ikon yang tidak kalah menarik dengan daerah lain. Ini bentuk mengangkat kearifan lokal,” jelasnya. “Kami juga ingin agar anak-anak muda belajar. Agar keterampilan ini tetap hidup dan menjadi kebanggaan bersama,” sambung Komariah. Ketua Asli Banyuwangi, Yuda Teguh Siswanto menjelaskan, kegiatan unting-unting kangkung sengaja dipilih karena menyimpan nilai budaya dan edukasi. “Kita sering hanya tahu beli kangkung seharga dua ribu rupiah. Padahal ada proses panjang, ada ketekunan yang harus dihargai,” ujarnya. (*)

