Koramil Pesanggaran Menghadiri Tasyakuran Petani Bubak Bumi Bubak Sawah

Pesanggaran – Dalam rangka Tasyakuran Bubak Bumi / Bubak sawah silaturahmi Koramil 0825-11/Pesanggaran menghadiri sinergi dengan masyarakat warga petani kelompok Gabungan Himpunan Petani Pemakai Air (GHIPPA) ” TIRTO SETYO TUHU” Desa Pesanggaran, Desa Sumbermulyo dan Desa Sumberagung Kecamatan Pesanggaran Kabupaten Banyuwangi, bertempat BENDUNG SUMBER MULYO ( Kemlongso) Hadir dalam kegiatan diantaranya Sugiyono (Kosda Pesanggaran), Sukirno, SH. (Kades Pesanggaran), Serda Eko Prasetyo beserta anggota Koramil 0825-11/Pesanggaran, Hippa se Kecamatan Pesanggaran dan masyarakat sekitar bendungan. Bubak sawah adalah tradisi yang dilakukan oleh petani di Desa Pesanggaran, Desa Sumbermulyo dan Desa Sumberagung sejumlah 50 orang bertempat di Bendung Watu Mloso Desa Sukorejo Kecamatan Bangorejo. Tradisi ini melibatkan doa bersama untuk memohon keberkahan hasil panen dan menghadiri hama. Selain itu bubak sawah juga berfungsi sebagai wujud syukur dan persaudaraan antar petani. Kegiatan ini dilakukan dilokasi bendung irigasi persawahan dengan makan bersama hasil pertanian. Nyaman Ketua GHIPPA Tirto Setyo Tuhu menyampaikan dengan merawat tradisi bubak sawah ditempat yang secara vital bagi petani, masyarakat menjaga adat dan menghargai sumber kehidupan. “Ritual ini adalah mempererat tali silaturahmi, kebersamaan dan gotong royong antar petani. Kekompakan inilah yang membuat kami kuat menghadapi tantangan”, ujar nyaman. Tradisi ini biasanya diadakan di Bendung Watu Mloso, yang merupakan sumber irigasi vital bagi petani wilayah Desa Pesanggaran, Desa Sumbermulyo dan Desa Sumberagung Kecamatan Pesanggaran.
Babinsa Koramil 0825/05 Kalibaru Pastikan Pembangunan Koperasi Merah Putih di Desa Kebonrejo Berjalan Tepat Sasaran

Banyuwangi, 26 November 2025 – Peran TNI Angkatan Darat sebagai penggerak stabilitas wilayah tidak hanya terbatas pada sektor keamanan. Hal ini dibuktikan oleh aksi nyata Serda Agus Muryadi, Babinsa Koramil 0825/05 Kalibaru, yang pada hari Rabu, 26 November 2025, secara intensif melaksanakan kegiatan monitoring pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di wilayah Desa Kebonrejo. Kegiatan monitoring ini dimulai tepat pukul 08.00 WIB dan bertujuan untuk memastikan bahwa setiap tahapan pembangunan sarana vital ekonomi rakyat ini berjalan sesuai rencana, transparan, dan terhindar dari potensi hambatan. ”Kehadiran kami di sini adalah wujud dukungan penuh TNI terhadap program penguatan ekonomi desa,” ujar Serda Agus Muryadi di sela-sela kegiatannya. “Pembangunan Koperasi Merah Putih ini adalah fondasi penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kebonrejo. Kami akan terus mengawal agar kualitas dan ketepatan waktu proyek ini terjamin, sehingga manfaatnya segera dirasakan oleh warga.” Pembangunan KDKMP ini merupakan salah satu program strategis pemerintah dalam upaya pemberdayaan masyarakat di tingkat akar rumput. Dengan pengawasan ketat dari Babinsa, diharapkan proyek ini dapat diselesaikan secara optimal, menjadi sentra kegiatan ekonomi yang sehat, dan pada akhirnya mampu menopang kemandirian finansial Desa Kebonrejo. Monitoring ini juga menjadi jembatan komunikasi antara pelaksana proyek, pemerintah desa, dan masyarakat, di mana segala masukan dan kendala dapat dikoordinasikan secara cepat.
Bati Tuud Koramil Rogojampi Dampingi dan Monitor Proses Rekrutmen Karyawan SPPG di Desa Pengatigan

Rogojampi – Bati Tuud Koramil 0825/12 Rogojampi Peltu M. Fahrur Rozi, melaksanakan pendampingan dan monitoring kegiatan perekrutan serta seleksi karyawan SPPG yang berlangsung di Desa Pengatigan, Kecamatan Rogojampi. Rabu (26/11/2025). Kegiatan seleksi tersebut diikuti oleh para calon pelamar dari wilayah sekitar, dengan rangkaian acara meliputi absensi peserta, pemeriksaan berkas lamaran, hingga proses wawancara. Kehadiran Danramil Rogojampi bertujuan untuk memastikan kegiatan berjalan tertib, lancar, dan sesuai prosedur yang telah ditetapkan. Peltu Rozi juga memberikan arahan agar para peserta mengikuti seluruh tahapan seleksi dengan baik serta tetap menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung. Pendampingan ini merupakan bagian dari tugas kewilayahan TNI dalam mendukung kegiatan masyarakat dan memastikan situasi tetap aman dan kondusif. Kegiatan seleksi karyawan SPPG tersebut berjalan lancar hingga selesai tanpa kendala berarti.
Linmas Dibaris Tegap, Babinsa Bulusan Ungkap 3 Ancaman yang Sering Diabaikan Warga

Kalipuro, Banyuwangi – Babinsa Kelurahan Bulusan, Serma I Wayan Budiarto, melaksanakan kegiatan pembinaan dan peningkatan peran Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) di lingkungan Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi, pada Rabu (26/11/2025). Kegiatan berlangsung di Kantor Kecamatan Kalipuro dengan melibatkan jajaran Linmas dari berbagai kelurahan di wilayah setempat. Pembinaan ini bertujuan untuk memperkuat kemampuan deteksi dini, koordinasi lapangan, dan kesiapsiagaan Satlinmas dalam mendukung upaya menjaga keamanan, ketertiban, serta kondusivitas lingkungan masyarakat. Dalam arahannya, Serma I Wayan Budiarto menyoroti tiga ancaman yang dinilai sering diabaikan, yaitu kerawanan saat kegiatan masyarakat, rendahnya pelaporan dini terhadap hal mencurigakan, dan lemahnya koordinasi keamanan di lingkungan pemukiman. “Linmas adalah mata dan telinga pertama di lapangan. Gangguan kecil yang tidak dilaporkan bisa jadi masalah besar. Maka, koordinasi dan respons cepat adalah kunci,” tegasnya saat memberikan pengarahan. Sebagai langkah berkelanjutan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari pemberdayaan Linmas tingkat kecamatan, agar semakin sigap dan profesional saat bertugas pada agenda pemerintahan, kegiatan sosial, pengamanan wilayah, maupun situasi darurat kebencanaan. Dengan pembinaan terstruktur ini, Satlinmas Kecamatan Kalipuro diharapkan semakin solid, responsif, dan berperan aktif dalam mewujudkan wilayah yang aman, tertib, dan nyaman bagi masyarakat
Bukan Sekadar Pengawal, Danposramil 0825/23 Turun Tangan Dampingi Seleksi SPPG di Karangmulyo

Karangmulyo – Rabu, 26 November 2025 menjadi hari krusial bagi warga Desa Karangmulyo, Kecamatan Tegalsari, Kabupaten Banyuwangi. Pasalnya, proses rekrutmen perangkat desa melalui Seleksi Pengangkatan Perangkat Desa (SPPD) tengah berlangsung dengan ketat.Di tengah kesibukan tersebut, Komandan Pos Komando Rayon Militer (Danposramil) 0825/23 Tegalsari, Peltu Mujiono, hadir secara langsung di lokasi rekrutmen. Kedatangan Peltu Mujiono bukan sekadar memantau, melainkan aktif mendampingi jalannya seluruh tahapan seleksi.Kegiatan utama yang didampingi adalah proses rekrutmen Calon Perangkat Desa (CPD), khususnya dalam tahapan Seleksi Pengangkatan Perangkat Desa (SPPD) di desa tersebut. Kehadiran unsur TNI melalui Posramil 0825/23 ini bertujuan untuk memastikan proses berlangsung secara transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme).Peltu Mujiono, dalam keterangannya, menjelaskan bahwa pendampingan ini merupakan implementasi nyata dari tugas dan fungsi TNI, khususnya Babinsa, dalam mendukung tata kelola pemerintahan desa yang bersih dan profesional. “Kehadiran kami adalah untuk menjamin agar calon perangkat desa yang terpilih benar-benar yang terbaik dan memiliki integritas. Ini adalah bentuk komitmen TNI dalam membantu menciptakan pemerintahan desa yang kuat,” tegasnya.Pendampingan yang dilakukan oleh Peltu Mujiono meliputi pengawasan langsung mulai dari administrasi, pelaksanaan ujian, hingga penjagaan situasi di sekitar lokasi seleksi. Proses seleksi berjalan tertib dan lancar di bawah koordinasi Panitia Seleksi Desa. Dengan kehadiran aparat negara, suasana menjadi lebih kondusif, dan potensi kecurangan dapat diminimalisir. Ia berharap agar perangkat desa yang baru kelak mampu bersinergi dengan TNI dan Polri dalam menjaga stabilitas wilayah.
Babinsa Koramil Songgon Kawal Ketat Distribusi Bansos: 738 Warga Desa Bayu Terima Bantuan Pangan

Songgon, Banyuwangi – Dalam upaya memastikan tepat sasaran dan akuntabilitas penyaluran bantuan sosial, Kopka Zarkoni selaku Babinsa Koramil 0825/20 Songgon turun langsung mendampingi distribusi bantuan pangan periode Oktober-November 2025 di Desa Bayu, Senin (24/11/2025). Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Kantor Desa Bayu sejak pukul 09.30 WIB ini melibatkan 738 keluarga penerima manfaat, menandai komitmen TNI dalam mengawal program kesejahteraan rakyat hingga ke tingkat desa. Kepala Desa Bayu, Yulia Herlia S.T., secara simbolis menyerahkan bantuan pangan kepada perwakilan warga di hadapan Pendamping Bansos Kecamatan Hasan Bisri, seluruh Kepala Dusun, serta ratusan warga yang hadir. Pendampingan intensif Babinsa memastikan mekanisme distribusi berjalan transparan dan tertib, menghindari potensi penyimpangan yang kerap terjadi dalam penyaluran bantuan sosial. Kehadiran TNI di tengah masyarakat kembali membuktikan peran strategis Babinsa sebagai ujung tombak pembinaan teritorial sekaligus pengawal program pemerintah. “Pendampingan Babinsa dalam penyaluran bansos sangat krusial untuk menjamin bantuan benar-benar sampai ke tangan yang berhak. Ini bentuk nyata sinergitas TNI dengan pemerintah desa dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” tegas Komandan Koramil 0825/20 Songgon, Kapten Kaveleri Andoko, saat dikonfirmasi wartawan. Ia menegaskan bahwa seluruh Babinsa di wilayah binaannya mendapat instruksi ketat untuk hadir dan aktif dalam setiap kegiatan strategis yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Penyaluran bantuan yang berlangsung hingga siang hari tersebut berjalan aman, lancar, dan kondusif tanpa kendala berarti. Kepercayaan masyarakat terhadap TNI sebagai institusi yang dapat diandalkan semakin menguat, khususnya di era digital yang menuntut transparansi dan akuntabilitas maksimal dalam setiap program bantuan pemerintah. Keberhasilan pendampingan ini diharapkan menjadi model bagi desa-desa lain dalam memastikan bantuan sosial tepat sasaran dan bebas dari praktik korupsi.
Babinsa Koramil 0825/05 Kalibaru Gencarkan Kerja Bakti Antisipasi Banjir

Kalibaru, Banyuwangi – Dalam upaya mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi peningkatan intensitas curah hujan, Babinsa Desa Kalibaru Manis dari Koramil 0825/05 Kalibaru, Serka Sutiono, mempelopori kegiatan kerja bakti pembersihan saluran air (drainase) di Desa Kalibaru Manis. Aksi gotong royong ini dilaksanakan pada hari Selasa, 25 November 2025. Kegiatan kerja bakti ini secara khusus berfokus pada area-area saluran air yang berpotensi menjadi titik sumbatan. Serka Sutiono bersama warga bersemangat membersihkan sampah, lumpur, dan material lain yang menghambat laju air. ”Pembersihan saluran air ini adalah langkah preventif yang sangat penting. Dengan intensitas hujan yang semakin tinggi saat ini, kita harus memastikan aliran air lancar agar tidak terjadi luapan yang bisa menyebabkan banjir. Kesiapsiagaan adalah kunci,” ujar Serka Sutiono di lokasi kerja bakti. Kehadiran Serka Sutiono sebagai Babinsa (Bintara Pembina Desa) tidak hanya sebatas pengawasan, namun juga menjadi motor penggerak partisipasi masyarakat. Inisiatif ini menunjukkan sinergi yang kuat antara TNI, khususnya Babinsa, dengan elemen masyarakat dalam menjaga lingkungan dan menghadapi potensi bencana. Warga Desa Kalibaru Manis menyambut baik kegiatan ini dan mengapresiasi kepedulian Babinsa terhadap keselamatan dan kenyamanan warga. Diharapkan, kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara rutin sebagai upaya berkelanjutan menjaga kebersihan lingkungan dan mencegah bencana banjir.
Raih TPID Terbaik, Bupati Ipuk Paparkan Program Pengendalian Inflasi di High Level Meeting Jatim

BANYUWANGI – Kabupaten Banyuwangi meraih Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) berkinerja terbaik kategori Pelaksana Program Peningkatan Produktivitas Off Farm Terinovatif 2025, Jawa Timur. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kepada Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, dalam forum High Level Meeting (HLM) TPID, TP2DD, dan TP2ED se-Jawa Timur, di Surabaya, Selasa (25/11/2025). “Terima kasih kepada Ibu Gubernur yang terus memberikan support terhadap berbagai program yang dijalankan Banyuwangi,” ujar Ipuk. Dalam forum tersebut, Ipuk juga diberi kesempatan memaparkan upaya Banyuwangi menjaga iklim inflasi. Ipuk mengatakan terjaganya inflasi di Banyuwangi berkat kekompakan seluruh stakeholder. “Kami terus berkoordinasi dengan mitra kami yang tergabung dalam tim teknis TPID seperti Bank Indonesia, Bulog, TNI-Polri, BPS, hingga Badan Pangan Nasional (BPN), untuk menjaga inflasi tetap stabil,” kata Ipuk. Ipuk juga menjelaskan sejumlah program untuk pengendalian inflasi daerah. Salah satunya Eko-Sunwangi (Ekosistem Sun Rice of Java Banyuwangi). Program ini menghubungkan pengendalian inflasi dan penyediaan pangan kaya nutrisi bagi masyarakat. Eko-Sunwangi mengaktualisasikan inovasi Balance Solution (reduktan pupuk dan pembenahan tanah) lewat teknologi PPAI (Plant and Soil Health, Productivity, Assistance, and Innovation) melalui kolaborasi Pemkab Banyuwangi, PT PAI (Pandawa Agri Indonesia), Danone Banyuwangi, Perum Bulog, IPB University, dan kelompok tani. Teknologi tersebut menekan penggunaan pupuk kimia, memperbaiki ekosistem tanah, dan menghasilkan varietas padi biofortifikasi seperti Inpari IR Nutri Zinc, IPB 9G, serta IPB 15S, dengan produk beras “Sun Rice of Java” yang kaya nutrisi. “Pemanfaatannya terbukti meningkatkan produktivitas panen dari 10 persen hingga 15 persen. Meningkat dari 788.704 ton pada 2023 menjadi 749.783 ton pada 2024. Inovasi ini juga menekan biaya produksi petani,” terang Ipuk. Selain itu Banyuwangi juga menjalankan pengendalian inflasi melalui monev pasokan pangan, stabilisasi harga pasar, pasar murah, dan Gerakan Pangan Murah bersama Bulog, Bank Indonesia, gapoktan, asosiasi petani, serta mitra lainnya. “Alhamdulillah berkat kerja sama seluruh pihak, pada Oktober, Banyuwangi mencatatkan inflasi bulanan (month to month) sebesar 0,22 persen. Lebih rendah dari nasional dan provinsi,” kata Ipuk. Sementara Gubernur Khofifah mengapresiasi program-program pengendalian inflasi daerah. Menurut Khofifah, forum High Level Meeting ini menjadi tekad bersama-sama untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif di Jatim. “Terima kasih atas atensi para bupati/walikota. Dari forum ini, penting untuk kita petakan bersama, bagaimana meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pertumbuhan ekonomi yang inklusif, sehingga makin tumbuh dan mengurangi angka pengangguran terbuka di daerah kita masing-masing,” kata Khofifah. (*)
Puluhan batang kayu jati ilegal ditemukan petugas menumpuk di belakang rumah warga di Dusun Ringinagung, Desa/Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Banyuwangi – Atas temuan kayu jati ilegal tanpa dilengkapi dokumen yang sah itu, petugas Polisi Hutan Mobile (Polhutmob) Perhutani KPH Banyuwangi Selatan langsung melakukan pengamanan. Administratur Perhutani KPH Banyuwangi Selatan Wahyu Dwi Admojo mengatakan puluhan batang kayu jati ilegal itu ditemukan di belakang rumah warga. “Kami temukan puluhan kayu jati ilegal menumpuk di belakang rumah warga berinisal SP (53),” katanya pada Rabu 26 November 2025. Dari hasil penggeledahan itu, Ditemukan sebanyak 44 batang kayu jati olahan dan 8 batang kayu jati gelondogan. “Total ada 52 batang kayu jati ilegal yang kami temukan di belakang rumah SP,” jelas Wahyu. Oleh petugas Perhutani KPH Banyuwangi Selatan, seluruh temuan kayu jati ilegal itu pun diamankan di Rumah Dinas Asper Sukamade. “Untuk proses penyelidikan lebih lanjut, seluruh barang bukti sudah kami amankan,” ungkapnya. Petugas masih melakukan penelusuran terkait dari mana kayu jati ilegal tersebut berasal. “Masih kami lakukan lidik bersama Polsek Pesanggaran,” jelasnya. Petugas juga masih terus melakukan patroli rutin di wilayah hutan produksi guna mengantisipasi peristiwa serupa.***
Polresta Banyuwangi Terima Penghargaan Orisinalitas & Ide Cerita Terbaik di Ajang Video PAMAPTA Polri 2025

Banyuwangi – Prestasi membanggakan berhasil diraih dalam ajang Video PAMAPTA Polri 2025, ketika karya kreatif peserta asal Polresta Banyuwangi berhasil menyabet penghargaan Kategori Orisinalitas dan Ide Cerita Menarik. Rabu (26/11/2025) Penghargaan ini diberikan atas kemampuan sang kreator menyajikan narasi visual yang kuat, segar, serta memiliki kedalaman pesan humanis mengenai pengabdian anggota Polri di tengah masyarakat. Video tersebut menampilkan sisi lain kiprah kepolisian: bagaimana anggota Polri bekerja dengan empati, kedekatan emosional, dan inovasi dalam menjaga keamanan serta membantu menyelesaikan persoalan warga. Melalui karya visual seperti Video PAMAPTA, Polri dapat menyampaikan pesan edukatif dan inspiratif dengan cara yang lebih dekat, modern, dan relevan bagi publik, terutama generasi muda. Dalam ajang tersebut, Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol. Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H., menerima penghargaan yang diserahkan langsung oleh Irwasum Polri Komjen Pol. Wahyu Widada, M.Phil., Penghargaan itu menjadi bentuk apresiasi atas kolaborasi seluruh pihak yang terlibat dalam proses kreatif pembuatan video PAMAPTA. Kapolresta Banyuwangi kombes Pol. Rama Samtama Putra,S.I.K., M.Si., M.H., menyampaikan bahwa keberhasilan ini diharapkan dapat memperkuat implementasi Layanan Polisi 110 dan Quick Respon PAMAPTA Polresta Banyuwangi, sehingga mampu memberikan pelayanan terbaik, cepat, dan tepat kepada masyarakat. “Semoga prestasi ini mendorong peningkatan pelayanan publik Polresta Banyuwangi serta menginspirasi anggota untuk terus berinovasi dalam mendekatkan Polri dengan masyarakat,” ujar Kapolresta. Polresta Banyuwangi menegaskan komitmennya untuk terus membangun kepercayaan publik melalui pelayanan yang profesional, modern, dan humanis.(***)

